"Tuut..tuut..tuut.." nada itu berulang lalu
putus.seolah putus asa karna lelah mencoba.berkali-kali menekan tombol hijau
itu tapi tak ada jawab juga."andai kau tau rasa sayang ini.."ketiknya
di pesan pendek kemudian.
"aku mulai lelah dengan semua ini.."kata itu
terbesit dihatinya.menutup mata dan merebahkan badan,dia seolah pasrah dengan
semuanya."sudah berapa pesan yang tak kau balas!sudah berapa panggilan yg
tak kau jawab!"teriaknya dalam hatinya.dia kesal dan ingin sekali marah,tapi
dengan siapa.tidak dipedulikan memang sakit,bagaikan ribuan duri menusuk-nusuk
perlahan.seolah saat ini dia mulai percaya kata-kata itu,"cinta ditolak
belum sakit,cinta tanpa diperdulikan itu lebih sakit..".tapi akhirnya dia
mampu juga menutupkan mata.paginya..pagi-pagi sekali dia berangkat sekolah.dasi
dan topi rapi sekali kelihatannya.fernand namanya,begitulah tertulis dan
melekat erat di bajunya.dia sebenarnya tidak ingin datang terlalu pagi.tapi
karna ibunya yg menyuruh dia patuh saja.ditepi jalan taksi yang ditunggu tiba
dan melaju cepat setelah dia menaikinya.SMA N 1 Merapi Barat,tertulis jelas
digapura yang akan ia masuki."Bangga juga berada
disini",benaknya.tapi sejenak kemudian raut wajahnya berubah
lesu,kusut.tidak jauh dari tempatnya dua orang gadis berbincang-bincang.
fakta memang,kalau salah satu dari mereka adalah
kekasihnya.kekasihnya yang semalam tidak memperdulikannya.teringat kejadian
semalam membuat dia berlalu begitu saja.sekarang,mungkin dia yang lebih tak
peduli.berjalan cepat seolah ingin waktu berjalan cepat.memasuki kelas dan
duduk seperti biasa.bel berbunyi tanda belajar dimulai.tiada yang berubah dari
suasana kelas,seperti itu saja.siswa-siswa yang memberikan banyak warna,aneh
memang.hanya saja,suasana hatinya yang agak mendung.dia belum bisa mengikhlaskan
kejadian semalam.setelah cukup lama termenung,dia mencoba fokus ke
pelajaran.menyimpan sebuah rencana istimewa dalam pikirannya.bel istirahat
berbunyi,dengan agak tergesa-gesa ia menuju kelas itu.benar dugaannya,gadis itu
telah menunggunya seolah tau apa yang akan terjadi."gak kekantin..?"
dia mencoba mengawali pemicaraan."gak.."jawabnya refleks dilanjutkan
dengan tersenyum."kok semalem telpon aku gak diangkat sih..aku kecewa tau
nggak.".suasan hening,kekasihnya merunduk.."kamu marah ya,maaf..semalem..".
"semalem apa??.."fernand memotong
pembicaraanya."aku kumpul sama keluarga,aku sempat buka
hp..maaf.."suara gadis itu
lirih."percayalah,aku juga menyayangimu.."sambungnya pelan.
-Hengkyfiksi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar