Selasa, 12 Agustus 2014

Cerita singkat Cinta anak sekolah

"Tuut..tuut..tuut.." nada itu berulang lalu putus.seolah putus asa karna lelah mencoba.berkali-kali menekan tombol hijau itu tapi tak ada jawab juga."andai kau tau rasa sayang ini.."ketiknya di pesan pendek kemudian.
"aku mulai lelah dengan semua ini.."kata itu terbesit dihatinya.menutup mata dan merebahkan badan,dia seolah pasrah dengan semuanya."sudah berapa pesan yang tak kau balas!sudah berapa panggilan yg tak kau jawab!"teriaknya dalam hatinya.dia kesal dan ingin sekali marah,tapi dengan siapa.tidak dipedulikan memang sakit,bagaikan ribuan duri menusuk-nusuk perlahan.seolah saat ini dia mulai percaya kata-kata itu,"cinta ditolak belum sakit,cinta tanpa diperdulikan itu lebih sakit..".tapi akhirnya dia mampu juga menutupkan mata.paginya..pagi-pagi sekali dia berangkat sekolah.dasi dan topi rapi sekali kelihatannya.fernand namanya,begitulah tertulis dan melekat erat di bajunya.dia sebenarnya tidak ingin datang terlalu pagi.tapi karna ibunya yg menyuruh dia patuh saja.ditepi jalan taksi yang ditunggu tiba dan melaju cepat setelah dia menaikinya.SMA N 1 Merapi Barat,tertulis jelas digapura yang akan ia masuki."Bangga juga berada disini",benaknya.tapi sejenak kemudian raut wajahnya berubah lesu,kusut.tidak jauh dari tempatnya dua orang gadis berbincang-bincang.
fakta memang,kalau salah satu dari mereka adalah kekasihnya.kekasihnya yang semalam tidak memperdulikannya.teringat kejadian semalam membuat dia berlalu begitu saja.sekarang,mungkin dia yang lebih tak peduli.berjalan cepat seolah ingin waktu berjalan cepat.memasuki kelas dan duduk seperti biasa.bel berbunyi tanda belajar dimulai.tiada yang berubah dari suasana kelas,seperti itu saja.siswa-siswa yang memberikan banyak warna,aneh memang.hanya saja,suasana hatinya yang agak mendung.dia belum bisa mengikhlaskan kejadian semalam.setelah cukup lama termenung,dia mencoba fokus ke pelajaran.menyimpan sebuah rencana istimewa dalam pikirannya.bel istirahat berbunyi,dengan agak tergesa-gesa ia menuju kelas itu.benar dugaannya,gadis itu telah menunggunya seolah tau apa yang akan terjadi."gak kekantin..?" dia mencoba mengawali pemicaraan."gak.."jawabnya refleks dilanjutkan dengan tersenyum."kok semalem telpon aku gak diangkat sih..aku kecewa tau nggak.".suasan hening,kekasihnya merunduk.."kamu marah ya,maaf..semalem..".
"semalem apa??.."fernand memotong pembicaraanya."aku kumpul sama keluarga,aku sempat buka hp..maaf.."suara gadis  itu lirih."percayalah,aku juga menyayangimu.."sambungnya pelan.

-Hengkyfiksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar