Selasa, 24 Maret 2015

Cerpen "Pidato Presiden"


Aku Ryan Fernando,nama yang cukup simple bukan?.Aku adalah seorang remaja,Free man.Ya layaknya para remaja lainnya.aku lebih suka hidup bebas.bebas dari aturan,bebas dari rasa terkekang dan bebas melakukan apapun.Ryan,Nama itu akan menjadi toko utama dalam cerita ini.Cerita ya..yang semoga tidak gagal ditengah jalan.Hmm..Selamat membaca..
Hari ini senin,Hari yang mungkin dibenci semua orang.Senin adalah awal sekolah setelah Minggu libur panjang.Senin juga adalah hari dimana bekerja dimulai kembali.Setelah lama beraksi didepan kaca akupun berangkat ke sekolah.Embun yang menghiasi dedaunan menambah segar pagi ini.Kumulai dengan senyuman sederhana,mencoba menghentikan taksi yang coba berlalu didepanku.Aku melaju dengan kencang menuju sekolah.
“Eh lo ki..pagi bener...”sapaku pada seorang teman.”ya..sekali-sekali gak apa-apa kan”dia sumringah.”Eh..ada pr gak sih?”tanya dia.”lo gimana sih..pagi-pagi udah nanya pr..kacau lo..”.dia cuma cengar cengir.”Kepada seluruh siswa dipersilahkan untuk memasuki ruangan”Bel berbunyi 10 menit kemudian.Akupun memasuki ruang kelas kebanggaanku bersama siswa-siswa lainnya.XI IPA 2,ya begitulah tertera diepan ruangan tersebut.
“hey,pagi..”kataku sambil tersenyum kepada kawan sebangkuku.Hari ini kami belajar bahasa indonesia.”baiklah,silahkan buka halaman 77”kata guruku setelah kami selesai berdo’a.”pidato ya..”kata teman disampingku.”ada yang pernah berpidato?”lanjut guruku.”pidato sangat penting untuk dipelajari,apalagi jika kalian memiliki jabatan penting disekolah,sekarang kalian baca dan pelajari karna setelah ini ada tugas”.
Setelah selesai membaca kamipun diberi tugas sederhana,membuat pidato tertulis dengan tema bebas.”wah..sulit juga”kataku.”selama kita bisa berusaha kenapa harus menyerah”temanku menyemangati.”oke..siip”kataku lagi.lama menulis lelah mencoret akhirnya selesai juga pidatoku.dibagian atas tertulis besar “PIDATO PRESIDEN”.waktu menulis selesai tiba giliran untuk membaca pidato didepan kelas.”gugup nih..”kata salah satu temanku.”la takhaf la tahzan,innallaha ma’ana.jangan takut,jangan bersedih,sesungguhnya Allah bersama kita”kataku sambil menepuk bahunya.
“Permata maharani”.”rani dipanggil tuh,giliran ku kapan ya”benakku.”Selanjutnya Rama andriansyah”satu persatu temanku dipanggil.ada yang senyam senyum,ada yang terbatah-batah,ada juga yang bergetar seolah.Temanya sih banyak,ada yang tentang akad nikah,ada yang ultah,ada juga yang selamatan.”Selanjutnya Ryan Fernando””aduh..nama gue tuh..”akupun maju perlahan.”assalamualaikum rakyatku yang berbahagia,hari ini genap usia negara kita 70 tahun,kita patut bersyukur karna alam kita yang kaya raya ini telah memakmurkan kita.beras kita melimpah,singkong bak raja,permata kita punya,batu akik jangan ditanya.Rakyatku..ini potensi yang benar-benar luar biasa.sudah kewajiban kita untuk menjaga alam kita,menjaga negeri kita.itu untuk kebaikan kita semua.jangan takut kalah bersaing,jangan kalah digertak lawan,pantang menyerah..!kita adalah negri adidaya!.siapa yang menjadi teman kita dia akan maju bersama kita,dan yang mau menjadi lawan kita akan kita paksa mundur!.rakyatku..ini bukan hanya sekedar kata-kata,kita akan menjadi negara adidaya,jaya dengan makmurnya,jaya dengang senyum tulus rakyatnya.marilah rakyatku semuanya!kita kucurkan keringat sebanyak-banyaknya.kita maju bersama!”pidato itupun berakhir.”prok..prok,,”tepuk tangan laksana gemuruh membahana,mengisi penuh angkasa seolah.”huh..selesai juga”aku lega.”terbaik..”Rama memuji.

“Waktunya istirahat..”bel berbunyi.Hari itu berlalu sangat cepat.aku pulang dengan badan yang cukup lelah.”assalamualaikum..””waalaikumsalam”jawab seseorang dari dalam rumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar