Aku Ryan Fernando,nama yang cukup
simple bukan?.Aku adalah seorang remaja,Free man.Ya layaknya para remaja
lainnya.aku lebih suka hidup bebas.bebas dari aturan,bebas dari rasa terkekang
dan bebas melakukan apapun.Ryan,Nama itu akan menjadi toko utama dalam cerita
ini.Cerita ya..yang semoga tidak gagal ditengah jalan.Hmm..Selamat membaca..
Hari ini senin,Hari yang mungkin
dibenci semua orang.Senin adalah awal sekolah setelah Minggu libur
panjang.Senin juga adalah hari dimana bekerja dimulai kembali.Setelah lama
beraksi didepan kaca akupun berangkat ke sekolah.Embun yang menghiasi dedaunan
menambah segar pagi ini.Kumulai dengan senyuman sederhana,mencoba menghentikan
taksi yang coba berlalu didepanku.Aku melaju dengan kencang menuju sekolah.
“Eh lo ki..pagi bener...”sapaku
pada seorang teman.”ya..sekali-sekali gak apa-apa kan”dia sumringah.”Eh..ada pr
gak sih?”tanya dia.”lo gimana sih..pagi-pagi udah nanya pr..kacau lo..”.dia
cuma cengar cengir.”Kepada seluruh siswa dipersilahkan untuk memasuki ruangan”Bel
berbunyi 10 menit kemudian.Akupun memasuki ruang kelas kebanggaanku bersama
siswa-siswa lainnya.XI IPA 2,ya begitulah tertera diepan ruangan tersebut.
“hey,pagi..”kataku sambil
tersenyum kepada kawan sebangkuku.Hari ini kami belajar bahasa indonesia.”baiklah,silahkan
buka halaman 77”kata guruku setelah kami selesai berdo’a.”pidato ya..”kata
teman disampingku.”ada yang pernah berpidato?”lanjut guruku.”pidato sangat
penting untuk dipelajari,apalagi jika kalian memiliki jabatan penting
disekolah,sekarang kalian baca dan pelajari karna setelah ini ada tugas”.
Setelah selesai membaca kamipun
diberi tugas sederhana,membuat pidato tertulis dengan tema bebas.”wah..sulit
juga”kataku.”selama kita bisa berusaha kenapa harus menyerah”temanku
menyemangati.”oke..siip”kataku lagi.lama menulis lelah mencoret akhirnya
selesai juga pidatoku.dibagian atas tertulis besar “PIDATO PRESIDEN”.waktu
menulis selesai tiba giliran untuk membaca pidato didepan kelas.”gugup
nih..”kata salah satu temanku.”la takhaf la tahzan,innallaha ma’ana.jangan
takut,jangan bersedih,sesungguhnya Allah bersama kita”kataku sambil menepuk
bahunya.
“Permata maharani”.”rani
dipanggil tuh,giliran ku kapan ya”benakku.”Selanjutnya Rama andriansyah”satu
persatu temanku dipanggil.ada yang senyam senyum,ada yang terbatah-batah,ada
juga yang bergetar seolah.Temanya sih banyak,ada yang tentang akad nikah,ada
yang ultah,ada juga yang selamatan.”Selanjutnya Ryan Fernando””aduh..nama gue
tuh..”akupun maju perlahan.”assalamualaikum rakyatku yang berbahagia,hari ini
genap usia negara kita 70 tahun,kita patut bersyukur karna alam kita yang kaya
raya ini telah memakmurkan kita.beras kita melimpah,singkong bak raja,permata
kita punya,batu akik jangan ditanya.Rakyatku..ini potensi yang benar-benar luar
biasa.sudah kewajiban kita untuk menjaga alam kita,menjaga negeri kita.itu
untuk kebaikan kita semua.jangan takut kalah bersaing,jangan kalah digertak
lawan,pantang menyerah..!kita adalah negri adidaya!.siapa yang menjadi teman
kita dia akan maju bersama kita,dan yang mau menjadi lawan kita akan kita paksa
mundur!.rakyatku..ini bukan hanya sekedar kata-kata,kita akan menjadi negara
adidaya,jaya dengan makmurnya,jaya dengang senyum tulus rakyatnya.marilah
rakyatku semuanya!kita kucurkan keringat sebanyak-banyaknya.kita maju bersama!”pidato
itupun berakhir.”prok..prok,,”tepuk tangan laksana gemuruh membahana,mengisi
penuh angkasa seolah.”huh..selesai juga”aku lega.”terbaik..”Rama memuji.
“Waktunya istirahat..”bel
berbunyi.Hari itu berlalu sangat cepat.aku pulang dengan badan yang cukup
lelah.”assalamualaikum..””waalaikumsalam”jawab seseorang dari dalam rumah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar