“Ryan,mandi gih..”kata ibuku yang
telah lama bangun.”iya ma..”kataku setengah mengantuk.”Akankah cintaku sebatas
patok tenda,tenda terbongkar sayonara cinta..”suara serakku memenuhi kamar
mandi.”huh..segerr..”.seperti biasa,selesai mandi aku segera mengganti pakaian.
Sarapan sejenak,aku bersiap-siap berangkat.
Sesampainya disekolah aku segera
menuju kelasku.”masih sepi..”gumamku.bersikap sedikit rajin,aku membuka salah
satu buku ditasku.”tok,tok,tok,tok”hentakan jari yang berirama sederhana
menemaniku.sedikit kau tau,sedari kecil aku hoby membaca.apa saja dan terkadang
dimana saja.tidaklah mengherankan jika aku menguasai cukup banyak
teori.tiba-tiba seseorang duduk dibangku disampingku.”cie.rajin banget..”.”dikit
aja kok,kamu udah lama nyampe ka?”tanyaku.”gak juga,eh boleh pinjem pr gak?”.”nah
ketahuan kan..malesnya,cepat gih selesaiin ni bukunya”.”oke-oke,jawabnya
senyum.
Iseng,perlahan aku melirik kearahnya.Riska
Emilia,namanya.Cantik,berani,dan murah senyum.betapa sempurnanya ciptaan
Tuhan.semakin lama semakin kusadari,ternyata Allah SWT telah mengirimkan sosok
yang indah dikelas yang sederhana ini.sosok yang indah nan sederhana yang
membuatku berdecak kagum.sebenarnya dia siswa yang pintar tapi entah kenapa dia
tidak membuat pr hari ini.setelah sekian lama menjadi temannya,aku semakin
bangga memilik teman seperti dia.disaat semua orang tak menghiraukanku,dialah
orang pertama yang bersedia mendengarkan ceritaku.kami adalah teman
akrab,sahabat yang mungkin tidak bisa dipisahkan lagi.
“hey..kok ngelamun”kata Riska
yang tiba-tiba didekatku.”mikirin seseorang ya..jangan-jangan..”.”jangan-jangan
apa”aku menimpali.”mikiran aku ya..”katanya merayu.”haha..bisa
aja,ngomong-ngomong prnya udah?””udah kok,nih..jawaban kamu bener semua,wajar
dapat juara”.”kok kamu bisa tau”aku kebingungan.”ya..aku kan Cuma mau cek pr
kamu..hehe”.”oh..makasih ya..riska yang baik..”
Kami belajar seperti
biasa,menuntut ilmu tanpa lelah.Tidak akan lama lagi kamu akan menghadapi
ulangan tengah semester.kami tau itu akan sulit,kami tidak bisa bersantay ria
ataupun menganggap kecil hal yang akan kami hadapi.mengetahui hal itu kamipun
belajar semakin serius,menyiapkan diri sebaik-baiknya.”eh,gimana kalo kita
belajar bareng”usul salah satu temanku.”oke juga”kata yang lainnya.”hmm..dimana?”aku
bertanya.”gimana kalo dirumahku,dibelakang rumahku cukup luas.kita bisa belajar
sambil menikmati indahnya alam.gimana?”.”oke,sampai jumpa dirumahnya Riska.Minggu
jam 3 sore”.”siip!”kata teman-temanku hapir berbarengan.
Hari
itupun tiba,akupun memacu motor sederhanaku.sesampainya disana,beberapa temanku
telah menunggu.”assalamualaikum”.”waalaikum salam..jawab mereka.”yang lain
mana?”tanyaku.”mungkin masih dijalan”jawab Rama.”coba gih telpon”kata Permata.”Riska
mana?”kataku lagi.”tuh didalem”Permata menunjuk kearah ruangan.”oh..”kataku
pelan.”nah tu dia yang lainnya”.”yuk masuk,kita ke TKP”Riska yang tiba-tiba
didepan pintu mengajak kami kearah belakang melewati ruang tamu.
Rumah
yang sederhana namun indah,seperti gadis yang menempatinya.Papan-papan yang
dicat rapi bak seni yang sempurna.dibagian depan disediakan meja yang dilingkari
kursi.ruang tamunya juga banyak dihiasi lukisan.”ini dia,indah bukan?”kata
Riska.”its so wonderful,waw..”aku yang terperangah hanya bisa berdecak
kagum.Dibelakang rumahnya disediakan tempat bersantai,kursi-kursi kayu yang seolah
takkan pernah lapuk ikut menghiasi.lapangan yang cukup luas dengan
bunga-bunga yang berjejer didekat pagar.suasana yang sangat kental dengan nilai
seni.
“hari
ini kita bahas pelajaran fisika”Rama memulai.”la kok fisika,sulit banget kan..”yang
lain memberi komentar.”justru itu kita bahas,supaya yang sulit itu nantinya
jadi mudah”Kata Rama kembali.”denger tu Permata..”Riska menyambung”iya-iya
deh..”kata Permata menggerutu.”haha..”kami semua tertawa melihat Ekspresi lugu
Permata.”Oke,mari belajar”kata kami bersemangat.
Source:Armada Lematang Ar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar