Selasa, 24 Maret 2015

Cerpen SMA

“Ryan,mandi gih..”kata ibuku yang telah lama bangun.”iya ma..”kataku setengah mengantuk.”Akankah cintaku sebatas patok tenda,tenda terbongkar sayonara cinta..”suara serakku memenuhi kamar mandi.”huh..segerr..”.seperti biasa,selesai mandi aku segera mengganti pakaian. Sarapan sejenak,aku bersiap-siap berangkat.
Sesampainya disekolah aku segera menuju kelasku.”masih sepi..”gumamku.bersikap sedikit rajin,aku membuka salah satu buku ditasku.”tok,tok,tok,tok”hentakan jari yang berirama sederhana menemaniku.sedikit kau tau,sedari kecil aku hoby membaca.apa saja dan terkadang dimana saja.tidaklah mengherankan jika aku menguasai cukup banyak teori.tiba-tiba seseorang duduk dibangku disampingku.”cie.rajin banget..”.”dikit aja kok,kamu udah lama nyampe ka?”tanyaku.”gak juga,eh boleh pinjem pr gak?”.”nah ketahuan kan..malesnya,cepat gih selesaiin ni bukunya”.”oke-oke,jawabnya senyum.
Iseng,perlahan aku melirik kearahnya.Riska Emilia,namanya.Cantik,berani,dan murah senyum.betapa sempurnanya ciptaan Tuhan.semakin lama semakin kusadari,ternyata Allah SWT telah mengirimkan sosok yang indah dikelas yang sederhana ini.sosok yang indah nan sederhana yang membuatku berdecak kagum.sebenarnya dia siswa yang pintar tapi entah kenapa dia tidak membuat pr hari ini.setelah sekian lama menjadi temannya,aku semakin bangga memilik teman seperti dia.disaat semua orang tak menghiraukanku,dialah orang pertama yang bersedia mendengarkan ceritaku.kami adalah teman akrab,sahabat yang mungkin tidak bisa dipisahkan lagi.
“hey..kok ngelamun”kata Riska yang tiba-tiba didekatku.”mikirin seseorang ya..jangan-jangan..”.”jangan-jangan apa”aku menimpali.”mikiran aku ya..”katanya merayu.”haha..bisa aja,ngomong-ngomong prnya udah?””udah kok,nih..jawaban kamu bener semua,wajar dapat juara”.”kok kamu bisa tau”aku kebingungan.”ya..aku kan Cuma mau cek pr kamu..hehe”.”oh..makasih ya..riska yang baik..”
Kami belajar seperti biasa,menuntut ilmu tanpa lelah.Tidak akan lama lagi kamu akan menghadapi ulangan tengah semester.kami tau itu akan sulit,kami tidak bisa bersantay ria ataupun menganggap kecil hal yang akan kami hadapi.mengetahui hal itu kamipun belajar semakin serius,menyiapkan diri sebaik-baiknya.”eh,gimana kalo kita belajar bareng”usul salah satu temanku.”oke juga”kata yang lainnya.”hmm..dimana?”aku bertanya.”gimana kalo dirumahku,dibelakang rumahku cukup luas.kita bisa belajar sambil menikmati indahnya alam.gimana?”.”oke,sampai jumpa dirumahnya Riska.Minggu jam 3 sore”.”siip!”kata teman-temanku hapir berbarengan.
                Hari itupun tiba,akupun memacu motor sederhanaku.sesampainya disana,beberapa temanku telah menunggu.”assalamualaikum”.”waalaikum salam..jawab mereka.”yang lain mana?”tanyaku.”mungkin masih dijalan”jawab Rama.”coba gih telpon”kata Permata.”Riska mana?”kataku lagi.”tuh didalem”Permata menunjuk kearah ruangan.”oh..”kataku pelan.”nah tu dia yang lainnya”.”yuk masuk,kita ke TKP”Riska yang tiba-tiba didepan pintu mengajak kami kearah belakang melewati ruang tamu.
                Rumah yang sederhana namun indah,seperti gadis yang menempatinya.Papan-papan yang dicat rapi bak seni yang sempurna.dibagian depan disediakan meja yang dilingkari kursi.ruang tamunya juga banyak dihiasi lukisan.”ini dia,indah bukan?”kata Riska.”its so wonderful,waw..”aku yang terperangah hanya bisa berdecak kagum.Dibelakang rumahnya disediakan tempat bersantai,kursi-kursi kayu yang seolah takkan pernah lapuk ikut menghiasi.lapangan yang cukup luas dengan bunga-bunga yang berjejer didekat pagar.suasana yang sangat kental dengan nilai seni.

                “hari ini kita bahas pelajaran fisika”Rama memulai.”la kok fisika,sulit banget kan..”yang lain memberi komentar.”justru itu kita bahas,supaya yang sulit itu nantinya jadi mudah”Kata Rama kembali.”denger tu Permata..”Riska menyambung”iya-iya deh..”kata Permata menggerutu.”haha..”kami semua tertawa melihat Ekspresi lugu Permata.”Oke,mari belajar”kata kami bersemangat.

Source:Armada Lematang Ar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar